30 Jun 2012

SID: Kami Lahir untuk Melawan Penyeragaman

"Kita besar di lingkungan yang mendukung keberagaman."

Meski sudah lama terlibat dalam gerakan-gerakan yang menyuarakan indahnya perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia, namun baru belakangan ini Superman Is Dead terlihat sangat tanggap dan lebih serius dalam mendukung gerakan-gerakan tersebut seperti salah satunya #BedaIsMe yang menyuarakan tentang keadilan hak asasi manusia dan mempertahankan keberagaman yang ada di tanah air.

"Sekarang kita lihat banyaknya informasi yang ada di media lebih banyak. Kenapa kita tanggap, kita merasa ini sudah tidak sesuai dengan sesuatu yang ideal terhadap sebuah bangsa yang majemuk.
Alasan menyuarakan ini bukan karena disengaja tapi karena terlahir untuk melawan penyeragaman, kita besar dalam lingkup di Bali yang sempit itu untuk mencoba menghargai manusia tanpa melihat agama, tanpa melihat cara dia beragama," tutur Jerinx selaku penabuh drum grup Superman Is Dead saat ditemui di tengah-tengah acara Malam Puncak #BedaIsMe di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Minggu malam (10/6).

Meski peduli dengan keadaan yang terjadi belakangan ini dan coba memperjuangkan ketidakadilan lewat musik mereka, Jerinx mengaku tak keseluruhan lagunya berbicara tentang perbedaan.

"Karena kita kan juga manusia dan manusia punya banyak sisi hidup bukan cuma perihal kesengsaraan dan segala macam. Tapi kalau ditanya apa kita punya komitmen, ya kita punya," papar Jerinx

"Kita besar di lingkungan yang mendukung keberagaman. Dan kalau kita menyerah sama kekerasan yang mengatasnamakan agama itu berarti kita sudah tidak menghargai diri kita sendiri juga," pungkas Jerinx.

Penulis: Yanuar Rahman/Teddy Kurniawan

Mengintip Kemerdekaan

Aku mengutip ucapan Jerinx SID saat konser Beda Is Me, Minggu lalu di Taman Ismail Marzuki. Kutipan ini diucapkan di depan ribuan Outsiders dan Lady Rose (sebutan untuk penggemar mereka). JRX, Bobby dan Eka banyak berbicara tentang kebhinekaan malam itu.

Diantara begitu banyak pernyataan kritis terhadap republik, kutipan ‘mengintip kemerdekaan’ sangat menarik buatku. Tidak hanya menarik, kutipan ini buatku dalam, menyentuh dan penuh makna. Setidaknya, ucapan ini membuatku berpikir sepanjang perjalanan pulang di dalam taksi yang kutumpangi.

Ucapan ini JRX ucapkan di tengah konser yg sesekali tensinya meninggi. Tidak sampai kerusuhan memang. Tapi senggolan beberapa penonton sempat membuat personel SID sibuk memberitahu tahu penggemarnya untuk tidak memancing keributan. Tentu konser tentang keberagaman, dan juga anti kekerasan dinodai ulah segelintir orang yang memancing di air keruh. Tidak semua yang datang ke acara itu punya niat baik. Itu menurutku. Selebihnya konser Beda Is Me, yang digagas Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama, diisi oleh Marjinal dan Jogja Hip Hop Foundation berlangsung lancar jaya.

Sebagai band dengan lebih dari tiga penggemar di jejaring sosial, yang bisa jadi pada realitanya jumlah jauh dari itu, fans SID terdiri dari banyak karakter. Penggemarnya, mungkin saja beririsan dengan penggemar Slank atau Orang Indonesia-nya Iwan Fals. Mereka mungkin banyak datang dari remaja, pencari jati diri tapi kerap berasal dari mereka yang terpinggirkan. Generasi yang mudah marah tapi tak tahu berbuat harus berbuat apa untuk republik. Tak heran ketika band punk Marjinal bernyanyi, ribuan penonton bernyanyi bersemangat tentang lagu yang berisi perlawanan terhadap kemapanan. Aku merinding dibuatnya.

Baiklah, kembali pada topik yang ingin aku bicarakan: mengintip kemerdekaan. Aku tidak ingat detail apa yang diucapkan JRX pada malam itu. Tetapi aku menangkap maknanya, isilah kemerdekaan dengan hal-hal sederhana. Hal-hal kecil yang bisa dimulai dari diri sendiri sebelum ingin mengubah orang lain. Aku ingat JRX sempat berucap, banyak orang yang saling berebutan mengintip kemerdekaan dari celah yang amat sempit. Aku dibuat berpikir oleh pernyataan ini. Apalagi ketika “Kita hadir di sini untuk merayakan keberagaman,” kata JRX.

Di Indonesia, kemerdekaan bukan kata mati. Dia menjadi awal sekaligus ujung. Berakhirnya perjuangan sekaligus mulainya babak kehidupan baru negeri bernama Indonesia. Kemerdekaan adalah awal dari kebebebasan. Melakukan kehendak tanpa takut tekanan pihak lain. Tetapi apakah kemerdekaan seindah itu? Entahlah.

Tapi aku sering merasakan ini. Kemerdekaan menjadi kata sarat makna tapi terdistorsi oleh perilaku sebagian dari kita.

Waktu kecil, aku menganggap kemerdekaan hanya sekadar lomba lari karung, makan krupuk hingga panjat pinang. Kemerdekaan ada keriuhan. Kemerdekaan adalah kesenangan sebab aku menjadi libur karenanya. Kemerdekaan adalah melihat kakak-kakak baris berbaris, mengikuti lomba gerak jalan sejauh belasan kilometer. Pemahamanku, kala itu, tentang kemerdekaan hanya sebatas itu. Sederhana. Kemerdekaan adalah kombinasi kesenangan, keceriaan dan kebebasan dalam satu waktu. Siapa sih yang tidak senang dengan kemerdekaan?

Tapi, kemerdekaan tidak seindah apa yang aku pikirkan waktu kecil.

Saat melawan penjajahan, kemerdekaan tentu saja ditebus dengan harga yang teramat mahal. Nyawa, harta dan airmata. Kini, untuk merayakannya, kemerdekaan juga dibayar dengan harga yang sama dalam konteks yang berbeda. Setidaknya bagi mereka yang tidak pernah bebas untuk mengungkapkan ekspresinya.

Bagi Soekarno, kemerdekaan adalah jembatan emas. Jembatan yang bisa mengantarkan anak-anaknya menyeberang ke dunia yang berbeda. Dunia yang tidak hanya adil tetapi juga makmur. Mungkin Soekarno benar. Dia percaya diri, kemerdekaan adalah jalan menuju hidup yang lebih baik.

Tapi hari ini, Soekarno mungkin juga keliru. Kemerdekaan tidak seindah puja-puja.

Bagi sebagian orang, kemerdekaan tetap menjadi ruang kecil, gelap dan pengap dan hanya menyisakan sedikit celah untuk dinikmati. Di Banten misalnya. Kemerdekaan adalah bukan sebuah jembatan emas. Di sana, kemerdekaan adalah jembatan kayu lapuk sesungguhnya ketika bocah-bocah bertaruh menyawa untuk menikmati pendidikan. Tentu saja kita sudah melihat foto yang menghebohkan ini.

Kemerdekaan berada di sisi yang berbeda dari mereka yang termarjinalkan. Terpinggirkan oleh ego dan nafsu berkuasa. Dipisahkan sekat tipis, namun gelap dan tak terjangkau. Terlihat sekilas lewat layar kaca tapi pahit dalam realita. Dia berada di seberang jalan, dipisahkan ego mayoritas yang dipaksakan. Bagi orang-orang ini, kemerdekaan adalah sebuah utopia. Mimpi tanpa makna.

Kamar gelap kemerdekaan menyediakan sedikit lubang sempit. Berebut dan tak ragu saling sikut untuk mengintip gemerlap di luar sana. Mereka hidup berdampingan dalam pengap. Gerah dan mungkin saja meledak tak terkira ketika kemuakan sudah mencapai puncak kepala.

Lihat saja, di negara merdeka, keyakinan atas Tuhan di atas segalanya. Manusia bisa ditindas hanya karena orientasi seksual yang berbeda. Saudara bisa ditebas hanya karena cara beribadah yang tak sama. Gereja bisa disegel atas nama tirani mayoritas yang dibanggakan. Teman dijagal hanya karena dianggap menghina agama. Saudara kita ditembak hanya karena ingin merdeka di Papua.

Mereka, bagi saya, adalah penikmat kemerdekaan dari sisi gelap itu. Mengintip kemerdekaan dari lubang sempit, berdebu lalu mati pelan-pelan. Kita muak atas semua itu, kita melawan tapi tak mampu mengalahkannya.

Negara yang seharusnya menjaga kita, membiarkan pembantaian entah sebab apa. Negara diam (atau bungkam) dan penindasan merajalela. Perbedaan kita nikmati dalam ketakutan atau menjadi kutukan, aku bahkan tidak bisa bedakan. Perbedaan bukan dianggap kekayaan untuk menumbuhkan kebersamaan juga persaudaraan.

Entahlah. Aku tidak mengerti, apakah sebenarnya bangsa ini siap hidup dengan perbedaan..


Sumber   :  Agus Lenyot

SID Pilih Tema Perjuangan

Band rock asal Bali,Superman is Dead (SID) siap merilis album teranyarnya.Meski enggan membocorkan konsep album barunya itu,SID memberikan gambaran bahwa tema yang diangkatnya soal cinta dan perjuangan.

“Kami sedang menggarap serta menggodok materi lagu untuk album baru.Temanya tentang cinta dan perjuangan yang dilihat dari sudut pandang yang belum biasa dipakai orang-orang,”ujar Jerinx alias I Gede Ari Astina,sang penggebuk drum SID di sela-sela mengisi acara konser yang bertajuk #BedaIsMedi TIM Jakarta, Minggu (10/6).

Band yang digawangi oleh Jerinx alias I Gede Ari Astina (drum),Eka Rock (I Made Eka Arsana/bass),dan Bobby Kool (I Made Putra Budi Sartika/vokal dan gitar) ini menyebutkan, lagu-lagu baru SID nanti akan menimbulkan banyak penafsiran bagi pendengarnya.“ Terserah saja,interpretasi orang kan bisa berbedabeda. Mungkin nanti akan banyak salah tafsir,”kata dia. Penggarapan album kedelapan ini dilakukan SID di sela-sela jadwal tur yang padat.

SID telah mengeluarkan album 1997–2009 yang berbentuk piringan hitam. Meski disibukkan dengan album baru dan tur keliling Jawa,band rock yang terbentuk pada 1995 ini selalu berusaha menyempatkan diri berkumpul dengan penggemarnya di beberapa kota.“Biasanya kalau ada waktu senggang di sebuah kota,kami akan bersepeda bersama atau bersih-bersih pantai,”kata Jerinx. Di luar itu,SID mengaku bandnya merasa prihatin dengan minimnya lagu-lagu untuk anak-anak.
Saking jarangnya, tak heran SID kerap membawakan lagu anak-anak, seperti Aku Anak Indonesia karya AT Mahmud,dalam setiap konsernya. Terus terang,kami sudah lama ingin membawakan lagu anak-anak.Bisa dikatakan kami cemas melihat anak-anak Indonesia menyanyikan lagulagu dengan lirik dewasa.Tidak relevan dengan kehidupan mereka sebagai anak-anak. Kok anak kecil menyanyikan lagu tentang selingkuh, cinta sih?” tuturnya.
 Melalui lagu tersebut, trio PunkRock asal Bali itu ingin memberikan kontribusi bagi anak-anak agar lebih mencintai lagu yang sesuai dengan usis mereka.Thomasmanggalla.

14 Jun 2012

PunK CoMmuNiTy

“AWALNYA ADALAH BUNYI, DAN JADILAH MUSIK. AWALNYA ADALAH PERISTIWA, DAN JADILAH SEJARAH”

Anarcho Punk
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

Crust Punk
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.

Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.

Hard Core Punk
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.

Nazi Punk
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai  berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.

The Oi
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama  Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat  kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.

Queer Core
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.

Riot Grrrl
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.

Scum Punk
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.

The Skate Punk
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.

Ska Punk
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.

Punk FashioN
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.
Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!


24 Mei 2012

Superman Is Dead Tebar Racun untuk Anak-Anak

SURABAYA | SURYA Online - Superman Is Dead (SID) nyanyi lagu anak? Itulah yang belakangan dilakukan Bobby Kool (gitar dan vokal), Eka Rock (bas), dan Jerinx (drum) di sejumlah panggung yang mereka isi.

Dan lagu andalan mereka adalah Aku Anak Indonesia-nya AT Mahmud, pencipta lagu anak-anak legendaris. “Terus terang kami sudah lama ingin membawakan lagu anak-anak. Bisa dibilang kami cemas melihat anak-anak Indonesia menyanyikan lagu-lagu dengan lirik dewasa. Tidak relevan dengan kehidupan mereka sebagai anak-anak, kok anak kecil menyanyikan lagu tentang selingkuh?” cetus Jerinx saat ditemui sebelum pentas di Surabaya pekan silam.

Lewat lagu tersebut, trio punk rock asal Bali ini ingin memberi kontribusi bagi anak-anak untuk lebih mencintai lagu yang sesuai dengan usia mereka.

Walaupun lagu Aku Anak Indonesia dipilih oleh label rekaman, menurut SID lagu tersebut sangat sesuai dengan karakter mereka. Pasalnya, Aku Anak Indonesia diaransemen dengan musik khas SID.

Personel SID meracik lagu ini dalam tempo cepat lengkap dengan sahut-sahutan vokal ala mars. Sentuhan punk yang diramu lagi dengan tempo mars pada drum menjadikan lagu Aku Anak Indonesia terasa lebih bersemangat dibandingkan versi pertamanya yang pernah dipopulerkan Tasya ketika masih kanak-kanak.

"Pas dikasih lagunya yang versi Tasya, kaget juga, karena ada nuansa orkestranya. Akhirnya, kami aransemen dengan cakupan yang lebih luas, supaya kalau kami manggung, semuanya bisa nyanyi bareng," jelas Bobby.

"Kebetulan ini versinya pas, diaransemen oleh Bobby. Jadinya malah mirip lagu bola," imbuh Jerinx.

SID tak sendiri dalam pengerjaan proyek yang digarap Sony Music ini. Di album kompilasi tersebut juga ada musisi dan penyanyi lain yang semuanya berada di bawah naungan Sony. Mereka membawakan lagu AT Mahmud dengan karakteristik masing-masing.

Seperti misalnya The Changcuters yang menyanyikan lagu Libur Telah Tiba, Numata (Amelia), SHE (Paman Datang), Cokelat (Mendaki Gunung), Judika (Kereta Apiku), /rif (Anak Gembala), Tangga (Bintang Kejora). Selain itu masih ada (Pelangi),  Sheila On 7 (Ambilkan Bulan), dan Astrid SartiasariLana Nitibaskara, penyanyi pendatang baru yang juga membawakan Ambilkan Bulan.

Diharapkan hadirnya album kompilasi ini bisa membangkitkan kembali lagu-lagu anak yang selama ini mati suri. Dengan dinyanyikannya lagu anak oleh idola mereka, semoga bisa menimbulkan rasa cinta anak terhadap lagu-lagu yang disegmentasikan untuk mereka.

Lagu ini merupakan ajakan positif untuk berbangga sebagai anak Indonesia dan bersatu di atas keragaman. "Ini adalah 'racun' baik yang ampuh ditiupkan dalam jiwa anak-anak muda saat ini," ujar Eka.

Diluncurkannya lagu anak-anak ini sebagai bentuk kepedulian terhadap tembang anak-anak Indonesia. SID sendiri merasa bangga bisa ikut dalam project ini. "Kami menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama mempopulerkan kembali lagu anak," ucap Bobby.

Almarhum AT Mahmud adalah ikon dalam dunia musik anak-anak Indonesia. Lebih dari 900 karyanya terbentang dalam khasanah musik Tanah Air dan menjadi lagu-lagu yang pertama kali dikenal anak-anak Indonesia saat mereka mulai dapat bernyanyi.

Menurut AT Mahmud, musik untuk anak-anak seharusnya tidak sekedar menghibur, tetapi juga harus mengandung nilai-nilai cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap sesama, dan cinta pada alam. Melalui musik juga, anak-anak diajak berimajinasi dalam dunia yang penuh warna dan ceria.  Aspirasi mulia AT Mahmud inilah yang ingin diteruskan sehingga anak-anak tidak kehilangan jati dirinya dengan memberikan lagu yang sesuai dengan usia mereka.
Sumber : Surya Online

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes